Tiga Penjuru Dunia di Nusaputera: Program Bahasa Inggris Hadirkan…
Semarang – Sekolah Nasional Nusaputera kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat salah satu dari empat pilar utamanya, yaitu Bahasa Inggris, dengan menyelenggarakan program interaktif yang menghadirkan langsung penutur asli (native speakers) dari berbagai belahan dunia. Kehadiran mereka tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa Inggris siswa, tetapi juga membuka wawasan global tentang keragaman budaya.
Program spesial ini disambut antusias oleh seluruh civitas akademika Nusaputera. Tiga tamu istimewa yang hadir adalah Mister Nick dari Inggris, Miss Joy dari Vietnam, dan Mister Emmanuel dari Ghana.
Dalam sesi yang penuh inspirasi dan tawa, ketiga native speakers ini berbagi kisah menarik tentang negara asal mereka:
Mister Nick dari Inggris memaparkan tentang kekayaan sejarah, monarki, dan kehidupan modern di Britania Raya. Ia bercerita tentang tradisi unik seperti minum teh di sore hari dan perbedaan dialek di berbagai kota, memberikan gambaran yang autentik tentang kebudayaan Inggris.

Miss Joy dari Vietnam memperkenalkan keindahan alam dan keunikan kuliner Asia Tenggara. Siswa diajak mengenal lebih dekat tentang perayaan Tết, keramahtamahan masyarakat Vietnam, serta pentingnya nilai-nilai kekeluargaan dan tradisi yang masih dijaga kuat.

Mister Emmanuel dari Ghana membawa siswa dalam perjalanan ke Afrika Barat. Ia menceritakan tentang kehangatan masyarakat Ghana, festival-festival penuh warna, serta pentingnya pendidikan dan semangat gotong royong di negaranya, menumbuhkan pemahaman tentang perspektif dari benua Afrika.

Kepala Badan Eksekutif Sekolah Nusaputera, Ibu Linda Susilawati, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari pilar Bahasa Inggris di sekolah. “Tujuan kami tidak hanya agar siswa mahir berbahasa Inggris secara tata bahasa, tetapi juga menggunakannya sebagai jembatan untuk memahami dunia. Mendengar langsung dari penutur asli tentang kondisi dan kebudayaan mereka masing-masing adalah pengalaman belajar yang tak ternilai harganya,” ujarnya.
Siswa-siswi terlihat sangat aktif berinteraksi, mengajukan pertanyaan, dan bahkan mencoba beberapa ungkapan dalam aksen baru. Mereka menyadari bahwa Bahasa Inggris adalah alat komunikasi universal yang mampu menghubungkan mereka dengan berbagai budaya, melampaui batas geografis.
Program ini menegaskan bahwa Sekolah Nasional Nusaputera bukan hanya fokus pada keunggulan akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter global dan toleransi budaya. Melalui inisiatif seperti ini, Nusaputera terus berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berwawasan luas dan siap bersaing di kancah internasional.









